Tips Menghidari Dehidrasi Saat Berlari Jarak Dekat Maupun Jauh

Dehidrasi adalah gangguan keseimbangan cairan pada tubuh yang disebabkan oleh banyaknya pengeluaran air dari dalam tubuh yang tidak diimbangi dengan pemasukan air dari luar. Selain itu, gangguan semacam ini juga disertai dengan gangguan lain seperti gangguan keseimbangan elektrolit pada tubuh si penderita dehidrasi. Bagi seorang pelari, menjaga tubuh dari kekurangan cairan atau dehidrasi merupakan hal penting untuk mengindari dehidrasi saat berlari. Hal ini juga mempersempit dampak buruk seperti komplikasi yang disebabkan oleh kenaikan suhu di dalam tubuh. Selain itu, dehidrasi juga mengakibatkan rasa letih yang amat sangat, sesak nafas akibat asupan oksigen yang berkurang, sakit kepala hingga terganggunya fungsi koordinasi yang kemudian mengakibatkan kram otot.

Seorang pelari yang mengalami gangguan kekurangan cairan atau dehidrasi juga berpotensi besar mengalami gangguan komplikasi seperti hilangnya kesadaran diri akibat dari kenaikan suhu di dalam tubuh yang tidak normal atau yang biasa disebut dengan heatsroke. Kejadian semacam ini jelas lebih berbahaya ketimbang masalah lainnya, dan jika tidak ditangani dapat berakibat buruk hingga mengakibatkan kematian. Maka untuk menghindari hal yang demikian, seorang pelari baik itu profesional ataupun tidak harus mengetahui dan memperhatikan tentang jenis dan berapa banyak jumlah air yang wajib diminum saat sedang berlari. Lalu bagaimana cara mengatasinya, dan bagaimana cara para atlet-atlet lari profesional dalam cara menghindari dehidrasi saat berlari? Adakah treatment khusus yang perlu dilakukan? Berikut penjelasannya.

Langkah awal untuk menghindari dehidrasi saat berlari adalah dengan memastikan hidrasi sebelum berlari, cara ini penting bagi kamu yang akan melakukan lomba lari atau long run yang berjarak sekitar 12 hingga 16 kilometer. Hidrasi yang baik ditandai dengan banyaknya air kencing yang keluar saat sedang buang air kecil. Biasanya kamu akan mengalami buang air kecil setidaknya 6 hingga 7 kali dalam sehari. Urin pun akan berwarna pucat dan tidak seperti biasanya. Hidrasi yang baik dapat kamu lakukan beberapa hari sebelum kamu melakukan pertandingan lari dengan cara memperbanyak minum air putih dan mengindari minuman bersoda terutama minuman ber alkohol.

Pastikan sebelum berlari kamu memenuhi asupan air putih dan minuman tanpa kafein sebanyak 300 hingga 500 ml dan jangan minum lagi setelah itu agar terhindar rasa ingin buang air kecil saat sedang berlari. Untuk menghindari dehidrasi saat berlari, kamu harus memastikan sebanyak apa rasa haus kamu saat sedang berlari. Seorang pelari profesional biasamya akan mengetahui kadar kehausan mereka bahkan mengetahui sejauh mana ia sedang dalam kondisi baik. Dalam menghindari dehidrasi ada tatanan aturan yang wajib untuk diketahui, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi air minum sebanyak 200 ml setiap 20 menit sekali. Rumusnya jika seorang pelari yang memiliki kecepatan diatas 8:00/mil atau 4:58/km maka ia harus memenuhi asupan air minum sebanyak 180 hingga 230 ml setiap menitnya. Dan untuk mereka yang memilki rentan waktu dibawahnya harus memenuhi setidaknya 100 hingga 180 dalam 20 menit sekali.

Dalam sesi latihan, baik itu durasi 99 menit atau lebih seorang pelari wajib meminum minuman khusus untuk olahraga yang banyak mengandung elektrolit yang berguna untuk mengganti sodium yang hilang akibat berlari. Pentingnya karbohidrat dan elektrolit dalam sebuah minuman dapat membantu menyerap cairan tubuh yang hilang dengan cepat dan mengindari dehidrasi saat berlari maupun setelahnya. Setelah berlari, pastikan kamu juga mencukupi asupan air mineral yang cukup. Sebaiknya dalam tubuh seorang pelari harus dipenuhi setidaknya 500 hingga 700 ml dalam setiap 0.45 kg berat tubuh yang hilang. Kamu pun butuh lebih banyak asupan air ketika urin kamu berwarna kuning gelap setelah berlari.
Share this post
  ,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *